berjalan di belakang jenazah angin pun reda
jam mengerdip
tak terduga betapa lekas
siang menepi, melapangkan jalan dunia

di samping: pohon demi pohon menundukkan kepala
di atas: matahari kita, matahati itu juga
jam mengambang di antaranya
tak terduga begitu kosong waktu menghirupnya

dikutip dari:
Hujan Bulan Juni
Sapardi Djoko Darmono