waktu lonceng berbunyi
percakapan merendah, kita kembali menanti-nanti
kau berbisik: siapab lagi akan tiba
siapa lagi menjemputmu berangkat berduka

di ruangan ini kita gaib dalam gema. Di luar malam hari
mengedap, kekal dalam rahasia
kita pun setia memulai percakapan kembali
seakan abadi, menanti-nanti lonceng berbunyi

dikutip dari:
Hujan Bulan Juni
Sapardi Djoko Darmono