Saat wajah kita tepat didepan cermin, apa yang kita lihat? Dan apa yang kita pikirkan saat itu?

Ya… Wajah kita tentunya yang akan kita lihat saat itu. Tapi pertanyaanya sekarang, apa yang kita pikirkan saat itu? Saat berada didepan cermin. Saat kita melihat sendiri wajah kita dengan perwujudan sama persis dengan aslinya?
Apa yang kita pikirkan?.

Begitu cantikkah kita? Begitu tampankah kita? Atau apa yang kita pikirkan saat itu?

Disaat kita bercermin kita tentunya akan mencari apa yang kurang dari diri kita supaya terlihat lebih baik.
Terkadang kita tambahkan jely pada rambut biar terlihat tampan. Dan menamhkan bandana biar terlihat cantik dan menambahkan bedak pada muka kita.

Namun, dibalik itu semua apakah kita mengetahui bahwa cermin sebenarnya mengingatkan pada diri kita sendiri untuk bercermin diri.

Lalu…Apakah kita sudah bercermin pada diri sendiri saat ini?, akan sikap kita, tindak tanduk kita, hati kita, ucapan kita, dst.
Sudahkah kita bercermin diri?

Apakah hati kita sudah secantik dan setampan wajah kita saat bercermin? Sudah tertata rapikah kita hati, pikiran, dan perilaku kita?
Entahlah… Hanya diri kita masing-masing yang tau.

Perlukah kita menata diri kita seperti saat menambahkan jely atau bandana supaya terlihat lebih baik?

Untuk menutupi kekurangan pada wajah kita akan taburi bedak. Lalu, jika ada ada kekurangan pada diri kita? Nurani kita? Ditaburi dengan apakah kita?

Hanya diri kita sendiri yang tahu seperti apa diri kita ini. Dan perlu bagaimanakah diri kita.

Ya… Hanya kita sendiri yang tahu.