Di sini
cemara pun gugur daun. Dan kembali
ombak-ombak hancur terbatun
Di sini
kemarau pun menghembus bumi menghembus pasir, dingin dan malam hari
ketika kedamaian pun datang memanggil
ketika angin terputus-putus di hatimu menggigil
dan sebuah kata merekah
Diucapkan ke ruang yang jauh — Datanglah!

Ada sepasang bukit meruncing merah
Dari tanah padang_padang yang tengadah
Tanah padang-padangterkuku:
di mana tangan-hatimuterulur. Pula
ada menggasing kincir yang sunyi
ketika senja mengerdip, dan fi ujung benua
mencecah pelangi:
Tidaklah siapa pun lahir kembali di detik begini
ketika bangkit bumi,
sajak bisu abadi,
dalam kristal kata
dalam pesona?

Dikutip dari:
Asmaradana
Goenawan Mohamad