Meniti tasbih
malam pelan-pelan
Dan burung kedasih
menggaris gelap di kejauhan
Kemudian adalah pesona:
wajah-Nya tersandar ke kaca jendela
memandang kita, memandang kita lama-lama

Demikianlah sunyi telah diturunkan
dan demikianlah Nabi telah dititahkan
dan demikian pula manusia
dikirim ke bumi yang terbentang
dari surga
yang telah ditutupkan. Dan kini tinggallah cinta
memancar-mancar dari sunyi kaca jendela.

Dikutip dari:
Asmaradana
Goenawan Mohamad