aku adalah Adam
yang telah memakan buah apel itu;
Adam yang tiba-tiba sadar kehadirannya sendiri,
terkejut dan merasa malu.
aku adalah Adam yang kemudian mengerti
baik dan buruk, dan mencoba lolos
dari dosa ke lain dosa;
Adam yang selalu mengawasi diri sendiri
dengan rasa curiga,
dan berusaha menutupi wajahnya.
akulah tak lain Adam yang menggelepar
dalam jaring waktu dan tempat,
tak tertolong lagi dari kenyataan:
firdaus yang hilang;
lantaran kesadaran dan curiga yang berlebih
atas Kehadirannya sendiri.
aku adakah Adam
yang mendengar suara Tuhan:
selamat berpisah Adam.

Basis, Th. XV No. 4, Januari 1966
Sapardi Djoko Damono