Ada sebuah telur tepat di tengah tempat tidurmu yang putih rapih. Kau, tentu saja, terkejut ketika pulang malam-malam dan melihatnya di situ. Barangkali itulah telur yang kadang hilang kadang nampak di tangan tukang sulap yang kautonton sore tadi.

Barangkali telur itu sengaja ditaruh di situ oleh anak gadismu dan istrimu agar bisa tentram tidurmu di dalamnya.

dikutip dari:
Hujan Bulan Juni
Sapardi Djoko Darmono