Yang fana adalah waktu. Kita abadi:
memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
sampai pasa suatu hari
kita lupa untuk apa.

“Tapi,
yang fana adalah waktu, bukan?”
tanyamu. Kita abadi.

dikutip dari:
Hujan Bulan Juni
Sapardi Djoko Darmono